Anggun C. Sasmi Satu Rumah Tiga Bahasa

[ Kamis, 08 Januari 2009 ]

Menikah, menetap, dan melahirkan anak di Prancis sejak lama, Anggun Cipta Sasmi membesarkan buah hatinya, Kirana Cipta Sasmi Montana (14 bulan), dengan bahasa Indonesia. Tapi, Cyril Montana, sang suami, mendidik dengan bahasa Prancis. Begitulah keluarga multikultural ala sang diva.


Dari nama saja, kata Anggun, anak hasil pernikahannya dengan Cyril Montana itu sudah sangat Indonesia. Faktanya, tingkah lakunya tidak jauh berbeda dengan bayi Indonesia kebanyakan, meski secara fisik separo bule.

"Bayi Asia lebih kalem, lebih cerdas, dan cepat jalan," katanya saat berbincang di atas bus dalam perjalanan dari Hotel JW Marriot menuju RS Pantai Indah Kapuk, Jakarta, kemarin (7/1).

Sepengetahuannya, sikap bayi Asia bisa seperti itu karena lebih sering kontak kulit dengan ibunya, seperti pola asuh kebanyakan ibu di Indonesia. "Dulu waktu masih bayi, anakku suka di-bedong. Orang sana suka aneh melihatnya. Apa itu? Ya, aku bilang bayilah, masak nangka," candanya, lantas tertawa.

Kini, meski beratnya sudah 13 kilogram, Anggun masih sering menggendongnya. Hanya, ASI eklusif diberikan sampai usia enam bulan karena kesibukan. "Sekarang dia doyan nasi. Indonesia banget kan? Kebetulan setiap hari aku masak nasi dan dia memang senang makan makanan yang ada di piring. Nggak mau baby food, paling aku kasih biskuit," ungkap penyanyi internasional kelahiran Jakarta, 29 April 1974, itu.

Setiap hari, dalam berinteraksi dengan Kirana, Anggun menggunakan bahasa Indonesia. Tapi, jika bicara dengan Montana, pelantun lagu Mimpi tersebut tetap menggunakan bahasa negara asal pemain sepak bola Zinedine Zidane itu.

Sebaliknya, kata Anggun, suaminya selalu berbicara kepada Kirana dengan bahasa Prancis. "Sedikit-sedikit dia mulai paham beberapa kata dalam dua bahasa. Jadi, kalau bangun tidur, dia bilang minta susu. Tapi, kalau nasi dia ucapkan dalam bahasa Prancis," tuturnya.

Anggun menyadari, anak dididik dalam dua bahasa memiliki konsekuensi terlambat untuk bisa bicara. "Banyak media bilang begitu karena input bahasanya banyak. Tapi, dampak ke depan menurut aku lebih baik karena dia bisa lebih dari satu bahasa. Bahasa gado-gado, Cinta Laura," tambah pemilik rambut hitam lurus dan panjang itu sambil tersenyum.

Tapi, sejak tiga bulan lalu, Anggun mengaku baru mempekerjakan babbysitter untuk Kirana; seorang perempuan dari Filipina. "Nah! si Nanny (babbysitter, Red) selalu bicara pakai bahasa Inggris dialek Filipina. Sekarang aku khawatir anakku nanti bicara bahasa Inggris dengan dialek Filipinos," kelakarnya.

Untuk sekarang, bagi Kirana, babysitter memang mutlak diperlukan. Sebab, Anggun sedang dalam masa promo album terbaru sehingga harus ke banyak tempat, lintas negara, termasuk Indonesia. "Suami saya kerja kantoran dari pukul 09.00 sampai 19.00," imbuhnya.

Sementara itu, Kirana tidak bisa selalu diajak ketika Anggun bepergian. Terlalu egois, kata Anggun, jika harus selalu diajak. "Saya pergi paling lama sepuluh hari. Kalau untuk mengajak dia, kasihan. Capek, jetlag, dan sebagainya. Kalau dibawa merasa bersalah, nggak dibawa sedih," akunya.

Meski begitu, hitung-hitungannya sudah ada. Seandainya dibawa, kerugian Kirana seberapa. Begitu pula sebaliknya. "Kalau dibawa, dia akan merindukan papanya, boneka-bonekanya, dan sebagainya. Kalau harus menciptakan suasana yang sama untuk dia di tempat lain, akan sangat repot. Butuh beberapa koper besar. Tapi, kalau nggak dibawa, paling dia merindukan mamanya," ujarnya yang mengaku selalu memiliki quality time dengan keluarga. (Sugeng Sulaksono/tia)


0 comments

Poskan Komentar

Recommended Money Makers

  • Chitika eMiniMalls
  • WidgetBucks
  • Text Link Ads
  • AuctionAds
  • Amazon Associates